Catatan 26 Maret 2019

Tidak pernah sebelumnya aku temukan lagu yang sepenuhnya bernyanyi dari awal hingga akhir untuk kesedihanku. Aku senang rasa sakitku ini bukan imitasi. Aku pantas menangis sedalam perasaanku.  Memberitahu hidup ini bahwa ini sangat menyakitkan.

Aku temukan lagu itu sekarang dan mendengarnya berulang kali. Yang lebih membuatku nyaman, lagu sedih ini membuat hatiku terasa memar tapi aku bisa mengangkat wajahku menatap langit tanpa air mata. Tanpa merengek di hadapan Tuhan. Justru aku berhenti bersikap tidak tahu diri: memohon-mohon seperti anak kecil. Aku bahkan menatap Tuhan lewat langit dengan kedua pundakku yang tegak dan berkata 

"Aku tahu aku bisa lakukan ini." 

Aku tahu dan selalu tahu aku bisa lakukan ini. Dulu aku minta Tuhan untuk selalu bersamaku. Dia sangat lembut dan selalu mengabulkan doaku. Jadi aku tahu, Tuhan mengabulkan doaku. Dia selalu bersamaku.  

Karena Tuhan selalu bersamaku,  aku tahu aku bisa melakukannya.  Dan apa pun yang ingin Tuhan lakukan padaku, aku tidak takut lagi.  Dia punya hak sepenuhnya untuk melakukan apa saja padaku. Aku hanya perlu menyerahkan diri. Aku tidak takut lagi. Bahkan jika dia menghilangkan aku seakan aku tidak pernah Dia ciptakan. 

Aku masih mendengarkan lagu itu sekarang sambil menulis ini. Aku ingin liriknya tersimpan di sini. 



On My Way
(Alan Walker, Sabrina Carpenter,  Farruko )

Maafkan aku tapi 
Tidak ingin berbicara, aku butuh waktu sebelum aku pergi
Ini bukan masalah pribadi 
Aku menggambar tirai 
Meraka tak perlu melihat tangisanku
Karena bahkan jika mereka mengerti
Mereka tidak mengerti

Jadi saat aku selesai 
Dengan semua urusanku 
Dan siap untuk menyelamatkan dunia 
Aku ambil kesengsaraanku
Menjadikannya lajangku
Tidak bisa menjadi gadis favorit siapa pun

Jadi, bidik dan tembak 
Aku belum pernah terjaga sejauh ini 
Tidak, tidak siapapun selain diriku yang bisa menyelamatkanku
Dan aku sedang dalam perjalanan

Gerhana bulan total di cakrawala
Api membakar di mataku 
Tidak, tidak siapapun selain diriku yang bisa menyelamatkanku
Dan aku sedang dalam perjalanan

Maafkan aku, aku harus pergi
Karena kusadari di sisimu aku bukanlah siapa-siapa
Dan aku bosan berkelahai dan bertengkar sia-sia
Untuk berada di garis api dan meletakan tanganmu
Kuterima kesalahanku,  aku juga manusia 
Dan kau tak melihat aku melakukannya 
Karena aku mencintaimu

Jadi, bidik dan tembak 
Aku belum pernah terjaga sejauh ini 
Tidak, tidak siapapun selain diriku yang bisa menyelamatkanku
Dan aku sedang dalam perjalanan

Gerhana bulan total di cakrawala
Api membakar di mataku 
Tidak, tidak siapapun selain diriku yang bisa menyelamatkanku
Dan aku sedang dalam perjalanan

***

Aku baru tiba di rumah sepulang dari kampus. Hari ini banyak becerita dengan teman kantor (aku merasa lebih baik), aku melakukan semua yang aku mau, mata kuliah Bahasa Arab 1 tadi juga berjalan lancar. 

Semuanya baik-baik saja. Tadi berjalan dari depan gang menuju rumah, hujan turun lebat sekali. Payung kecilku membantu, meski hanya sedikit. Karena bagaimanapun aku tetap kebasahan.  

Semuanya berjalan lancar hari ini, banyak tertawa---dan seperti yang aku inginkan selalu---Tuhan selalu memenuhi undanganku untuk hadir di setiap urusanku. 

Hari ini berjalan lebih baik dari kemarin. Aku berharap besar untuk kehadiran Tuhan di dalam semua urusanku besok.

Comments